Asah Skill Mahasiswa Melalui Pelatihan Videografi

Temanggung – Guna mengasah skill mahasiswa untuk mengahadapi era revolusi industri 4.0, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Temanggung mengadakan pelatihan videografi bertajuk “Jurnalisme dan Tantangan Kebebasan Pers di Era Digital”. Pelatihan itu digelar oleh LPM Grip STAINU Temanggung pada Sabtu malam (2/11/2019).

Pelatihan videografi itu tidak hanya diikuti mahasiswa STAINU Temanggung, melainkan juga dari berbagai perguruan tinggi seperti Untidar, Akper Alkautsar, Akper Ngesti Waluyo, Universitas Ngudi Waluyo, dan puluhan pelajar.

Dosen sekaligus moderator, Hamidulloh Ibda menjelaskan bahwa era Revolusi Industri 4.0 adalah bagian dari perkembangan zaman. Ia mengungkapkan mahasiswa harus dibekali dengan skill yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Jika dulu manusia hanya dituntut menguasai kemampuan literasi lama, yaitu membaca, menulis, dan berhitung, maka di era ini kita wajib menguasai literasi baru, yaitu literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Video menjadi salah satunya,” ungkap Hamid dalam laman resmi STAINU Temanggung.

Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Pengembangan Profesi Perguruan Tinggi Kementerian Agama R.I, Muhammad Aziz Hakim. Ia menyampaikan bahwa skill jurnalistik dapat menentukan kemampuan mahasiswa

“Saya senang, mahasiswa bahkan di sini ada pelajar yang sudah menekuni jurnalistik. Karena ini menjadi bagian untuk menentukan anda bisa apa,” ujar Aziz.

Sementara itu, Kasubdit Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Kementerian Agama R.I, Ruchman Basori, mengatakan bahwa skills atau keterampilan sangat penting dimiliki mahasiswa. Oleh karena itu mahasiswa perlu menyesuaikan skill sesua perkembangan zaman.

“Kita yang dulu dari nulis manual, berkembang menuju mesin ketik, lalu komputer besar dan laptop, sekarang sudah bergeser ke gadget, maka harus menguasai skills atau kemampuan menulis, membuat video yang bagus,” tegas Ruchman.

Mahasiswa Harus Ikuti Era Revolusi Industri 4.0

Pelatihan videografi dari STAINU Temanggung merupakan sebuah langkah untuk membuat mahasiswa memiliki skill guna mengikuti arus era revolusi industri 4.0. Bagi mahasiswa yang menjadi masa depan bangsa, perlu memiliki skill agar tidak tertinggal dengan perubahan zaman. Semakin bagusnya skill mahasiswa, berbanding lurus dengan semakin bagusnya SDM yang akan dimiliki negara ini.

Hal itu juga disampaikan Rodli (2019) dalam artikel Perguraun Tinggi dalam Mempersiapkan Keterampilan Non-Teknis Mahasiswa di Era Revolusi Industri 4.0   . Ia menjelaskan bahwa sangat penting bagi mahasiswa untuk mengimbangi era revolusi industri 4.0 agar tetap kompetitif. Mahasiswa perlu memiliki keterampilan dan kemampuan menanggapi perubahan sosial saat ini.

Tidak jauh berbeda, hal serupa juga dijelaskan oleh Syafi’i (2018) dalam artikel Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa Sebagai Sumber Daya Manusia Yang Siap Menghadapi Era Industri 4.0. ia memaparkan perubahan demi perubahan yang terus terjadi harus siap dihadapi oleh mahasiswa.

Mahasiswa sebagai SDM bangsa merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM itu nantinya juga menjadi kunci yang menentukan perkembangan organisasi, perusahaan, atau bahkan kemajuan bangsa. Oleh karena itu diperlukan peran instansi pendidikan terkait guna memberi bekal kepada mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan era era revolusi industri 4.0.

Add Comment