Gandeng Milenial, Bawaslu Adakan Sosialisasi Guna Awasi Pemilu

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif) yang diadakan Bawaslu Kabupaten Temanggung turut menggangeng generasi milenial. (Foto: Bawaslu Temanggung)

Temanggung – Guna menciptakan persamaan persepsi di antara Bawaslu Temanggung dengan berbagai kelompok masyarakat, terkait tanggung jawab dalam melakukan pengawasan pemilu, Bawaslu Kabupaten Temanggung mengadakan sosialisasi dengan menggandeng beberapa lapisan masyarakat, termasuk generasi milenial.

Sosilaisasi yang bertajuk Sosialisasi Pengawasan Partisipatif (Soswatif) tersebut, dilakukan demi tercapainya pemilu yang bersih dan bermartabat serta untuk meningkatkan pemahaman terhadap regulasi pemilu.

Hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel & Resort Temanggung, pada 21 November 2019 itu, perwakilan dari Desa Pengawasan (Desa Bandunggede Kecamatan Kedu dan Desa Rejosari Kecamatan Bansari), dan Desa Anti Politik Uang (Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, Desa Malebo Kecamatan Kandangan, dan Desa Pingit Kecamatan Pringsurat), Bawaslu juga menggandeng milenial yang diwakili siswa SMA/SMK Negeri Kabupaten Temanggung.

Narasumber dari kegiatan ini diambil dari Komisioner Bawaslu Temanggung yaitu Erwin Nurachmani Prabawanti dari Koordinator Divisi Pengawasan, Murti Anggono dari Divisi Penyelesaian Sengketa serta Maria Ulfah dari Divisi Penindakan.

Masyarakat Harus Proaktif

Kegiatan sosialisasi tersebut sesuai dengan harapan Bawaslu Kabupaten Temanggung, yang menginginkan masyarakat proaktif terhadap pengawasan pemilu. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar. Ia mengungkapkan agar masyarakat tidak perlu takut melapor jika merasa ada pelanggaran dalam pemilu.

“Bawaslu harap masyarakat tidak takut terhadap ancaman untuk melapor jika ada indikasi pelanggaran pemilu. Ayo laporkan ke Bawaslu siapapun pelakunya,” terang Fritz, dilansir dari laman resmi Bawaslu Kabupaten Temanggung.

Menurut Fritz, masyarakat jangan cuma membagikan di media sosial jika ada dan melihat pelanggaran pemilu oleh peserta maupun timnya. Ia mengatakan, tidak akan menyelesaikan masalah jika masyarakat menyaksikan langsung adanya pelanggaran pemilu tetapi hanya membagikan di akun media sosial tanpa melaporkan langsung ke Bawaslu.

“Jika melihat terus di-upload di media sosial dengan caption ‘wah ada pelanggaran pemilu nih, mana Bawaslu. Itu tidak akan menyelesaikan masalah. Masyarakat harus berani melaporkan langsung siapa pelakunya. Laporkan dengan identitas pelapor yang jelas supaya setiap pelanggaran dapat ditindaklanjuti oleh Bawaslu,” tegas Fritz.

Add Comment