Kembangkan Perdagangan, Puskomkref Temanggung Adakan Pelatihan Jual Beli Online

Tim Pusat Komunitas Kreatif (Puskomkref) Temanggung saat memberi pelatihan jual beli online kepada ibu-ibu kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Temanggung, pada pada Selasa, (22/10/2019). (Foto: Pemkab Temanggung)

Temanggung – Guna mengembangkan potensi perdagangan di Kabupaten Temanggung, Pusat Komunitas Kreatif  (Puskomkref) Temanggung mengadakan pelatihan dengan materi jual beli online. Pelatihan yang diadakan pada Selasa (22/10/2019), diikuti oleh ibu-ibu kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Temanggung.

Pelatihan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Terbukti dengan banyaknya peserta yang ikut hadir dalam pelatihan, berasal dari kecamatan yang cukup jauh. Kecamatan itu di antaranya Kecamatan Tretep, Kecamatan Bansari, dan beberapa kecamatan lainnya.

Untuk mendukung pelatihan, Puskomref turut serta mengundang Wahyudi, salah satu penggiat jual beli online yang sukses menggeluti dunia perdangangan dunia maya. Ia mengungkapkan, dalam berjualan online perlu sikap bijak dalam memilih barang dan harga.

“Dalam berjualan online kita haruslah bijak dalam memilih barang dan harga, agar ekpektasi yang kita pikirkan dapat terwujud.”, ujar Wahyudi, dalam laman resmi Pemkab Temanggung.

Pada kesempatan itu pula, Wahyudi memberikan strategi dagang online kepada peserta. Ia memaparkan bahwa harga tiap wilayah berbeda. Perbedaan harga ini dapat dijadikan pedoman para peserta nantinya untuk dapat memaksimalkan pemasaran produk yang akan diperjualbelikan secara online.

“Pada Pulau Jawa harganya mahal, tetapi diluar Pulau Jawa harganya dapat murah dengan limit pembelian tertentu”, jelas Wahyudi.

Jual Beli Online Berkembang Pesat

Pelatihan bermateri jual beli online dari Puskomkref Temanggung dilakukan dalam upaya untuk mengembangkan potensi perdagangan masyarakat di Kabupaten Temanggung. Tidak dapat dipungkiri, semakin pesatnya kemajuan teknologi dan internet, memaksa setiap lapisan masyarakat untuk mengikutinya. Salah satunya melalui perdagangan. Melalui jual beli online, para pelaku perdagangan dapat memperlebar bisnisnya hingga dalam skala global.

Budhi (2016) dalam artikel Analisis Sistem E-Commerce Pada Perusahan Jual-Beli Online Lazada Indonesia menuliskan, Industri e-commerce di Indonesia berkembang pesat. Perkembangan e-commerce tersebut tidak terlepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang meningkat tiap tahunnya. Kemenkominfo mencatat Indonesia berada di posisi ke-8 pengguna internet terbanyak di dunia, di mana pada tahun 2014, pengguna internet di Indonesia naik hingga mencapai 82 juta.

Budhi menambahkan, menurut riset asosiasi e-commerce Indonesia dan Google mengenai e-commerce, diprediksi total nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai angka US$ 8 miliar atau sekitar Rp 94 triliun dan akan terus meningkat tiap tahunnya. Angka tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki pasar yang luas, terlihat dari banyaknya pemain e-commerce yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Sementara Saragih (2012) dalam artikel Pengaruh Intensi Pelanggan dalam Berbelanja Online Kembali Melalui Media Teknologi Informasi Forum Jual Beli (FJB) Kaskus memaparkan, kemudahan komunikasi maupun informasi memicu berkembangnya transaksi jual beli online. Terutama ketika dunia bisnis saat ini yang tengah menghadapi persaingan global yang ketat. Saat ini internet menjadi unggulan bagi para pebisnis dalam usaha memenangkan persaingan. Ini didasari oleh meningkatnya pengguna internet di dunia yang dimana memudahkan para pebisnis untuk memasarkan dan mengembangkan lahan bisnisnya.

Dengan majunya teknologi dan internet, segala aspek dalam kehidupan juga terpengaruhi. Salah satunya di bidang jual beli. Maka, perlu banyak dilakukan pelatihan atau sosialisasi pada semua lapisan masyarakat agar mampu terus mengembangkan bisnisnya dan bisa terus mengikuti perkembangan zaman.

Add Comment