Percepat Pembangunan Desa, Program TMMD Selesaikan Betonisasi Jalan Dan RTLH

TNI bergotong-royong bersama masyarakat melakukan pembangunan jalan penghubung Desa Samiranan, Kecamatan Kandangan, dalam rangkaian program TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2019 Kodim 0706/Temanggung pada Sabtu, (26/10/19). (Foto: Website Resmi TNI)

SAMIRAN, Kandangan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Sengkuyung Tahap III, Tahun 2019, Kodim 0706/Temanggung, telah selesai pada Kamis, (31-10-2019). Program TMMD yang bertujuan untuk percepatan pembangunan desa itu berhasil menyelesaikan betonisasi jalan  dan  rehab 2 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Desa Samiranan, Kecamatan Kandangan.

Komandan Kodim 0706, Letkol David Alam,  mengatakan kegiatan TMMD sabagai bentuk upaya terobosan percepatan pembangunan di pedesaan sekaligus untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ia berharap agar program yang telah dijalankan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Proyek TMMD ini merupakan upaya percepatan pembangunan di perdesaan supaya lebih maju. Semoga jembatan, jalan, talud, dan gorong-gorong awet dan memberikan manfaat yang banyak untuk kepentingan kelancaran transportasi warga. Demikian halnya rumah tidak layak huni yang direhab bisa menjadi rumah sehat untuk dihuni,” ujar David dalam laman resmi Pemkab Temanggung.

Untuk menggarap seluruh proyek yang dikerjakan  setiap harinya melibatkan  335 orang. Jumlah tersebut terdiri dari pesonel Kodim 0706 Temangung 30 orang, staf satgas 10 orang, tim asistensi 25 orang, Polres Temanggung 5 orang, linmas 10 orang, dan masyarakat 270 orang.

Kepala Desa Samiranan Chamdani  menuturkan, adanya proyek TMMD di desanya sungguh banyak memberikan manfaat untuk kemajuan desa sekaligus  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya saja pada proyek jalan beton.  Masyarakat semakin mudah dalam berkegiatan sehari-hari terutama kegiatan yang memerlukan kendaraan.

Dampak Positif Program TMMD

Program TMMD Kodim 0706/Temanggung yang berhasil menyelesaikan betonisasi jalan  dan  rehab 2 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di Desa Samiranan, Kecamatan Kandangan, tentu memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang dilaksanakan sebagai upaya percepatan pembangunan, program tersebut juga menumbuhkan sikap gotong royong di masyarakat. Bahkan, Program TMMD mampu mendekatkan hubungan antara masyarakat dan TNI.

Dampak positif Program TMMD juga dijelaskan oleh Abibakrin (2015) dalam artikel Upaya Edukatif pada Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat. Pada artikel itu, ia menjelaskan bahwa TMMD merupakan penguatan dari proses pembangunan masyarakat dengan melibatkan kelompok masyarakat yang didukung peran lembaga pemerintah melalui model pendekatan pembangunan partisipatif.

Model pendekatan pembangunan partisipatif maksudnya, masyarakat berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan. Partisipasi masyarakat akan menciptakan banyak dampak positif, seperti meningkatnya hubungan antara TNI dan masyarakat, menumbuhkan budaya gotong-royong, serta dengan adanya partisipasi masyarakat akan membuat pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

Hal serupa juga dipaparkan oleh Purwatiningsih (2013) dalam artikel Efektifitas Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD) dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah. Ia menyebutkan Program TMMD sangat berpengaruh positif terhadap ketahanan wilayah. Program TMMD dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di antara warga masyarakat dan sekaligus dapat menumbuhkan kembali gotong-royong yang selama ini mulai kendor. Di sisi lain melalui program tersebut dapat memperkokoh dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempererat persatuan antara TNI dengan rakyat dalam mendukung ketahanan nasional.

Add Comment