Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, Bandunggede Jadi Desa Pengawasan Bawaslu

Peresmian Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu sebagai pelopor Desa Pengawasan Bawaslu Temanggung, pada Jum’at (8-11-2019). (Foto: Bawaslu Kabupaten Temanggung).

BADUNGGEDE, Kedu – Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu dipilih oleh Bawaslu Temanggung sebagai pelopor Desa Pengawasan, pada Jum’at (8-11-2019). Hal ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses Pemilu.

Pada pelaksanaan yang bertempat di halaman Balai Desa Bandunggede, Kecamatan Kedu itu, Ketua Bawaslu Temanggung, Erwin Nurrachmani Prabawanti, menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peranan penting demi kesuksesan Pemilu.

“Masyarakat menyadari bahwa suksesnya Pemilu bukan hanya kewajiban penyelenggara Pemilu, namun sudah merupakan kebutuhan bersama demi mencapai tujuan akhir demokrasi yakni masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur,” ujar Erwin dalam laman resmi Bawaslu Kabupaten Temanggung.

Ia juga menambahkan, melalui desa pengawasan, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran demokratis dan turut serta dalam mengwasai kegiatan demokrasi di wilayahnya.

“Terbentuknya Desa Pengawasan di Kabupaten Temanggung, yakni Desa dengan karakter masyarakat memiliki kesadaran penuh terciptanya pemilu yang demokratis dan mampu menekan potensi pelanggaran Pemilu dengan pendekatan pencegahan dan penindakan serta berpartisipasi ikut mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran di wilayah masing – masing,” tambahnya.

Antusiasme Masyarakat Tinggi

Upaya Bawaslu Kabupaten Temanggung untuk menciptakan kondisi demokrasi yang sehat harus juga didukung oleh antusiasme masyarakat. Sejalan dengan program desa pengawasan yang dicanangkan oleh Bawaslu, memang masyarakat harus terlibat aktif didalamnya.

Dilansir dari laman resmi Bawaslu Kabupaten Temanggung, antusiasme masyarakat dinilai tinggi. Murti Anggono, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan sosialisasi.

“Sudah beberapa kali kegiatan sosialisasi warga desa-desa binaan Bawaslu Temanggung tetap memiliki antusias yang tinggi untuk hadir pada kegiatan Bawaslu ini, setiap desa paling tidak ada 50 orang,” ungkap Murti.

Sementara itu Erwin mengharapkan agar antusiasme masyarakat dalam sosialisasi dapat pula menambah pengetahuan masyarakat mengenai regulasi yang ada.

“Setelah dibentuknya Desa binaan ini kedepan harapanya warga desa paham terhadap aturan dan koridor hukum pemilu, sehingga pencegahan dapat berhasil, jika selama ini Bawaslu melakukan sosialisasi hanya mengundang ketua atau perwakilan di tingkat pengurus Kabupaten atau Kecamatan kali ini kami menyasar langsung ke pelosok desa agar masyarakat luas dapat memahami regulasi,” pungkas Erwin.

Add Comment