Usung Konsep Pembelajaran Berbasis Industri, SMK Dr. Sutomo Miliki Teaching Factory

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Suyono (kiri), ketika turut serta meresmikan fasilitas Teaching Factory di SMK Dr. Sutomo, pada Senin (21/10/2019). (Foto: Pemkab Temanggung).

Temanggung – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dr. Sutomo Temanggung, saat ini sudah memiliki fasilitas pembelajaran model Teaching Factory untuk  jurusan  teknik kendaraan ringan. Fasilitas tersebut, mengusung  konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa). Didukung dengan sinergi sekolah dan industri, melalui fasilitas tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.

Fasilitas Teaching Factory yang berada di Jalan raya Temanggung – Parakan, Desa Candimulyo, Kecamatan Kedu, diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Temanggung, Suyono, pada Senin (21/10/2019). Pada kesempatan itu, Suyono menyampaikan, fasilitas Teaching Factory  dapat memberi materi pembelajaran  yang disesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar industri, untuk mempersiapkan siswa terjun ke dunia kerja dan menjadi tenaga kerja yang terampil.

“Program Teaching Factory saat ini merupakan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Tidak dapat disangsikan lagi, bahwa untuk menciptakan lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja sesuai tuntutan dunia kerja, maka pembelajaran berbasis dunia kerja menjadi solusi.“ Ungkap Suyono, dalam laman resmi Pemkab Temanggung.

Guna mendukung konsep pembelajaran berbasis industri, SMK Dr. Sutomo menggandeng PT Nasmoco Magelang, untuk memberi pendampingan kepada siswa. Melalui pendampingan tersebut, pembelajaran akan diberi materi yang berkaitan dengan dunia industri.

Kepala SMK Dr. Sutomo, Teguh Puji Utomo menjelaskan, dengan kerjasama dengan PT Nasmoco Magelang, diharapkan siswa dapat melatih keterampilannya secara maksimal. Sesuai dengan konsep pembelajaran berbasis industri, ia juga berharap agar kelak, siswanya mampu menjadi tenaga kerja yang handal.

“Model pembelajaran Teaching Factory  kita laksanakan bekerjasama dengan PT Nasmoco Magelang, sehingga siswa jurusan teknik kendaraan ringan mendapat kesempatan belajar lebih luas,  melatih keterampilannya menjadi tenaga kerja handal sesuai yang dibutuhkan dalam dunia kerja,” ujar Teguh.

Siswa Lulusan SMK Dituntut Ikuti Kebutuhan Pasar

Fasilitas Teaching Factory yang diusung oleh SMK Dr. Sutomo, merupakan usaha dari pihak sekolah untuk menciptakan lulusan yang mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang. Karena SMK memegang peranan penting dalam penyiapan tenaga kerja. Oleh karena itu, pihak sekolah harus bisa memastikan lulusannya memiliki keterampilan (hard skills dan soft skills) agar siap terjun di dunia kerja.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Wibowo (2016), dalam artikel Upaya Memperkecil Kesenjangan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dengan Tuntutan Dunia Industr. Ia memaparkan, dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkompeten sesuai harapan industri, SMK dapat melaksanakan program-program kegiatan yaitu: (1) program Teaching Factory; (2) Jalinan kerjasama dengan industri yang berbentuk: pengelolaan prakerin yang baik, magang (on the job training), pengelolaan kunjungan industri, rekruitmen tenaga kerja, penyelenggaraan kelas industri; dan (3) Penyuluhan dan pembinaan dari stake holder terkait dengan ketenagakerjaan.

Sama halnya dengan Mariah (2010), dalam artikel Kesenjangan Soft Skills Lulusan SMK dengan Kebutuhan Tenaga Kerja di Industri, yang menjelaskan bahwa lulusan SMK di Indonesia kurang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi, tetapi juga kurang mampu mengembangkan diri dan karirnya di tempat kerja.

Fakta tersebut didukung dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka pengangguran pada Agustus 2008 berdasarkan pendidikan didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni 17,26 persen. Maka perlu kembali ditingkatkan lagi, baik sistem pendidikan maupun fasilitas pendidikan SMK, agar mampu menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Add Comment