Panen Perdana Padi Inpari 32 Gunakan Mesin Mini Combine Harveste

Kelompok Tani Angulir Hasto II melakukan panen perdana padi varietas Inpari 32, menggunakan mesin Mini Combine Harveste, pada Senin (10/2/2020). (Foto: Pemkab Temanggung)

MOJOTENGAH, Kedu – Kelompok Tani Angulir Hasto II, Desa Mojotengah Kecamatan Kedu melakukan panen perdana dan pengubinan padi varietas Inpari 32, pada Senin (10/2/2020). Panen perdana dilakukan oleh Bupati Temanggung yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kabupaten Temanggung, Hary Agung Prabowo.

“Semoga hasil panen kita ini dapat menambah motivasi para petani di Temanggung untuk lebih meningkatkan baik luas tanam maupun hasil panen padi per hektarnya,” kata Hary Agung, dalam laman resmi Pemkab Temanggung.

Untuk meningkatkan produktivitas arau hasil panen, para petani harus mau dan mampu menerapkan cara bercocok tanam sesuai anjuran petugas penyuluh pertanian yaitu dengan menerapkan cara budidaya padi yang ramah lingkungan dan penggunaan benih unggul bersertifikat serta penerapan sapta usaha tani.

Hary menambahkan dalam pengunaan benih unggul bersertifikat diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi untuk mencukupi kebutuhan pangan dan kebutuhan benih varietas unggul seperti Inpari 32.

Pemerintah terus mendorong penggunaan benih yang efisien melalui kebijakan yang mencakup aspek teknis, penyediaan dan distribusinya, oleh karena itu pemerintah mengupayakan dengan berbagai cara agar benih tersedia bagi petani sesuai spesifik lokalita.

Inpari 32 Benih Bermutu

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Masrik Amin Zuhdi bahwa padi varietas Inpari 32 salah satu benih bermutu dengan berukuran penuh dan seragam, daya tumbuh baik, bebas dari biji gulma, penyakit, hama atau bahan lainnya. Dengan menanam benih dengan kualitas baik dapat meningkatkan hasil produksi padi.

Panen ini dilakukan dengan menggunakan mesin Mini Combine Harveste. Mesin ini adalah kombinasi dari tiga operasi yaitu menuai, merontokkan dan menampi padi, dengan menggunakan mesin ini pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien.

Masrik menambahkan dengan proses panen yang tergabung dan terkontrol menyebabkan susut hasil yang terjadi hanya sebesar 1,87% atau berada di bawah rata-rata susut hasil metode “gropyokan” sekitar 10%. Sedangkan tingkat kebersihan gabah panen yang dapat dengan mesin ini mencapai 99,5%. Mesin panen tersebut dioperasikan oleh satu orang operator dan dua orang pembantu yang mampu menggantikan tenaga kerja panen sekitar 50 HOK/Ha dengan kapasitas kerja mesin 5 jam per hektar.

Selain kegiatan panen juga dilakukan sosialisasi Padi Varietas unggul Inpari 32 dengan tujuan agar mendorong petani menjadi penangkar benih padi unggul demi meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Sosialisasi dihadiri oleh camat, petani, poktan atau gapoktan, penyuluh pertanian, koordinator penyuluh, dan Kelompok Tani Angulir Hasto II.

Add Comment